Masyarakat Pedesaan dan Masyarakat
Perkotaan
Disusun Oleh :
Hendy Kurnia Pamungkas
Kelas 1 IA 16
TEKNIK INFORMATIKA
Alamat :
Jl. Margonda Raya 100, Depok Jawa
Barat, Indonesia
Kode Pos : 16424
E-mail :
mediacenter [@] gunadarma.ac.id
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kami ucapkan kehadirat
Allah SWT yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Karena, atas rahmat dan karunia-Nya, kami dapat menyelesaikan
tugas makalah “Masyarakat
Pedesaan dan Masyarakat Perkotaan” mata
kuliah Sosial Dasar, yang diberikan oleh dosen untuk dapat diselesaikan dengan
sebaik mungkin. Shalawat
serta salam semoga selalu tercurahkan pada Rasulullah Muhammad
Shalaulahu’alaihi wasalam, keluarganya yang mulia, para sahabatnya yang agung
sampai akhir zaman nanti.
Saya mengucapkan terimakasih kepada teman-teman serta
dosen pembimbing yang setia mendampingi, memberi semangat dan juga arahan kepada saya untuk dapat menyusun makalah ini.
Dalam
penyusunan makalah ini, saya menyadari masih banyak kekurangan yang ada dalam makalah ini. Oleh karena itu, kritik dan juga saran yang bersifat
membangun dari para pembaca sangat diharapkan untuk penyusunan makalah
selanjutnya agar lebih baik.
Semoga makalah ini bermanfaat
bagi para pembacanya. Terima
kasih.
Depok, 18 Desember 2017
Penyusun
i
DAFTAR ISI
KATA
PENGANTAR ...................................................................................
i
DAFTAR
ISI ................................................................................................
ii
BAB
I PENDAHULUAN
1.1
Latar
Belakang ..............................................................................
1
1.2
Rumusan
Masalah .........................................................................
1
1.3
Tujuan
Makalah .............................................................................
1
BAB II
PEMBAHASAN
2.1
Pengertian Masyarakat Pedesaan……………….............................2
2.2 Pengertian Masyarakat
Perkotaan....................................................2
2.3
Ciri – Ciri Masyarakat Pedesaan............................................. .........3
2.4 Ciri – Ciri
Masyarakat Perkotaan............................................ .........3
2.5 Aspek Positif dan Negatif............................................................... 4
2.6 Perbedaan Masyarakat Pedesaan dan Masyarakat Perkotaan..........5
BAB III PENUTUP
3.1
Kesimpulan ......................................................................................
6
DAFTAR PUSTAKA .....................................................................................
7
ii
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
Masyarakat
desa dan kota dari dahulu memiliki sesuatu daya tarik untuk diteliti lebih
dalam. Banyak aspek-aspek yang menarik perhatian dan hubungan antara desa dan kota
tanpa disadari sangat kuat dan penting untuk dipahami secara lebih mendalam.
Dari permasalahan-permasalahan dalam masing-masing masyarakat kelompok
urban dan rural mendapatkan perhatian dan memiliki sesuatu yang menarik.
Bukan hanya mengenai permasalahan yang ada dalam kedua kelompok tersebut tetapi
masih banyak masyarakat yang tidak mengetahui apa itu kelompok urban dan
kelompok rural. Melihat kenyataan tersebut perlu dibuat sebuah pembahasan yang
sistematis yang mampu menjelaskan seperti apa komunitas rural dan urban yang
terjadi disekitar masyarakat.
Proses-proses terbentuknya masyarakat urban dan rural cukup menarik untuk
diamati dan dapat mengetahui bagaimana solusi yang diberikan akibat munculnya
kesua kelompok tersebut.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang penulisan makalah diatas, dalam
keterbatasan masalah di atas adalah sebagai berikut :
1.
Apa
Pengertian Masyarakat Desa
2.
Apa Pengertian Masyarakat Perkotaan
3.
Apa ciri – ciri dari Masyarakat yang ada di Desa
4.
Apa ciri – ciri dari Masyarakat yang ada di Perkotaaan
5.
Apa Definisi dari Rural Rural Community dan Urban Community?
6.
Jelaskan
Faktor penyebab dari Rural Rural Community dan Urban Community?
1.3 TUJUAN
MAKALAH
Tujuan dari penulisan makalah
ini adalah untuk mengetahui
Perbedaan Masyarakat Perdesaan dan Masyarakat Perkotaan lebih dalam hingga
bersangkutan
1
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Masyarakat
Pedesaan
Masyarakat Desa Secara awam sering
di artikan sebagai masyarakat sederhana dan juga tradisional tapi pandangan itu
tidak tepat, karena masyarakat desa merupakan desa yang masyarakatnya tinggal suatu
kawsan,wilayah,dan territorial yang berbeda dari masyakarat yang tinggal di
perkotaan. Sedangkan masyarakat tradisional adalah masyarakat yang penguasaan
ipteknya masih rendah sehingga kehidupan nya masih sederhana dan belum kompleks.
Namun tidak dapat di pungkiri masyarakat desa
di negara berkembang seperti negara luar ataupun dalam negeri ukuranya masih sederhana
dan bersifat tradisional di karenakan desa – desa yang tinggal di sana pada
umumnya jauh dari pengaruh budaya asing atau luar yang dapat memperngaruhi perubahan
pola kehidupan yang ada di sekitar desa tersebut yang dapat mengancam perubahan
yang besar saat nanti.
2.2 Pengertian Masyarakat
Perkotaan
Masyarakat
perkotaan sebenarnya tidak dapat di pisahkan dengan masyarakat desa karena hubungan masyarakat kota dan masyarakat desa merupakan
perpindahan penduduk yang dinamakan urbanisasi, yaiu perpindahan suatu wilayah
ke wilayah lainnya atau dari desa ke kota begitupula sebalik nya. Masyarakat
yang ada di kota merupakan masyarakat yang asal nya dari desa lalu pindah ke
kota di karenakan bersifat heterogen dan juga majemuk karena terdiri bebagai
alasan seperti pekerjaan yang lebih nyaman atapun bertemu dengan masyarakat
yang berbeda ras dan agama.
Mereka
yang dating ke kota mempunyai bebagai kepentingan sebagai tempat khusu yang
memiliki stimulus untuk mewujudkan keinginan mereka. Maka tidaklah heran bila
kehidupan di kota di warnai oleh sikap individualisme yang berbeda karena
mereka melikiki kepentingan yang berbeda. Laham pemukikan di kota sangatlah relatif
di bandingan yang ada di desa. Lahan pemukiman di kota sangat relative luas,sempit,dan
tidak sebaik memukiman yang ada didesa karena jumlah penduduk yang ada di kota relative
besar maka mata pencarian yang ada di sektor formal seperti pegawai swasta
ataupun negri dan sektor non-formal seperti bedagang dan sebagainya sangatlah
di butuhkan akan di tapi untuk sektor pertanian
tidaklah tepat karena lahan yang ada di kota tidak seluas yang ada di
desa dan juga factor – factor lain yang tidak memungkinkan untuk menggunakan
lahan yang ada di kota.
2
2.2 Ciri – Ciri Masyarakat Pedesaan
ciri-ciri masyarakat desa antara lain :
1. Mata pencarian utama adalah petani.
2. Anggota komunitas tidak lah besar
3. Hubungan antar individu bersifat kekeluargaan
4. Ketergantungan terhadap alam
5. Religius magis artinya yaitu sangat baik dalam menjaga
lingkungan dan melaksanakan ritus pada masa-masa yang dianggap penting seperti saat khitanan, kematian dan syukuran pada masa panen.
6. Rasa kekeluargaan dan gotong
royong tinggi
7. Kontrol sosial antara warga kuat
8. hubungan antara pemimpin dengan warganya bersifat
informal
9. Patuh terhadap nilai-nilai dan norma yang berlaku di
desanya
2.3
Ciri – Ciri Masyarakat Perkotaan
Ciri-ciri masyarakat kota (urban) antara lain :
1. Sikap mandiri yang kuat dan tidak terlalu
tergantung pada orang lain sehingga cenderung individualistis
2. Pembagian kerja jelas dan tegas berdasarkan tingkat
kemampuan/ keahlian yang dimiliki.
3. Hubungan antar individu bersifat formal dan interaksi
antar warga berdasarkan kepentingan.
4. Sangat menghargai waktu sehingga perlu adanya
perencanaan yang matang sebelum melaksakanya.
5. Tingkat pertumbuhan penduduknya sangat tinggi
6. Kehidupan bersifat non agraris dan menuju kepada
spesialisasi keterampilan
3
2.5 Aspek Positif
dan Negatif
Perkembangan
kota merupakan manifestasi dari pola kehidupan politik, sosial, kebudayaan dan ekonomi . Semuanya ini akan mencerminkan sebuah komponen – komponen yang
memebentuk struktur kota tersebut . Jumlah dan kualitas komponen suatu kota
sangatlah
ditentukan oleh tingkat perkembangan dan pertumbuhan kota tersebut.
Secara
umum dapat dikenal bahwa suatu lingkungan perkotaan mengandung 5 unsur yang
meliputi :
Wisma
: Untuk tempat berlindung terhadap alam sekelilingnya.
Karya
: Untuk penyediaan lapangan kerja.
Marga
: Untuk pengembangan jaringan jalan dan telekomunikasi.
Suka
: Untuk fasilitas hiburan, rekreasi, kebudayaan, dan kesenian.
Untuk
itu semua , maka fungsi dan tugas aparatur pemerintah kota harus ditingkatkan :
Aparatur
kota harus dapat menangani berbagai masalah yang timbul di kota . Untuk itu
maka pengetahuan tentang administrasi kota dan perencanaan kota harus
dimilikinya .
Kelancaran
dalam pelaksanaan pembangunan dan pengaturan tata kota harus dikerjakan dengan
cepat dan tepat , agar tidak disusul dengan masalah lainnya.
Masalah
keamanan kota harus dapat ditangani dengan baik sebab kalau tidak , maka
kegelisahan penduduk akan menimbulkan masalah baru.
Dalam
rangka pemekaran kota , harus ditingkatkan kerjasama yang baik antara para
pemimpin di kota dengan para pemimpin di tingkat kabupaten tetapi juga dapat
bermanfaat bagi wilayah kabupaten dan sekitarnya .
4
2.6 Perbedaan
Masyarakat Pedesaan dan Masyarakat Perkotaan
Kehidupaan
masyarakat desa berbeda dengan masyarakat kota. Perbedaan yang paling mendasar
adalah tempat lingkungan, yang mengakibatkan dampak terhadap watak dan
segi-segi kehidupan. Pada dasarnya Masyarakat kota terhadap
masyarakat desa adalah pembodohan dan lambat dalam berpikir untuk
bertindak,
serta mudah tertipu. Kesan seperti ini dikarenakan masyarakat kota hanya
menilai bagain luarnya saja, tidak tahu
bagian dalam , dan kurangnya pengalaman untuk mengetahui hal
– hal yang perlu di ketahui.
Untuk
memahami masyarakat desa dan masyarakat kota tidak secara universal atau
obyektif. Akan tetapi harus pada ciri – ciri masyarakat tersebut. Karena ciri-
ciri itulah adanya sejumlah orang yang tinggal dalah suatu daerah tertentu,
atas dasar ikatan unsur – unsur yang ada sebelumnya, seperti rasa kekeluargaan,
sadar akan adanya norma – norma dan kebudayaan.
Masyarakat
desa maupun masyarakat kota merupakan system jaringan hubungan yang kekal dan
sangatlah penting, serta dapat dibedakan masyarakat yang bersangkutan dengan
masyarakat lainnya. Perbedaan atau ciri – ciri masyarakat tersebut dapat di
telusuri dalam lingkunagan umumnya mulai dari orientasi terhadap
alam,pekerjaan, ukuran pekerjaan, kepadatan penduduk, perbedaan social, serta
nilai – nilai lainnya.
5
BAB III
PENUTUP
3.1
KESIMPULAN
Masyarakat desa
merupakan sekelompok orang yang mendiami suatu wilayah dengan hubungan antara
kelompok serta sejumlah penduduk yang ada disana yang mempunyai kebiasaan kekeluargaan serperti tolong menolong serta
menggap mereka semua adalah keluarga.Masyarakat desa mencari mata pencariian
nya dengan bertani atau berladang di suatu lahan yang luas dan masyarakat desa belum
cukup tau menenganli teknologi yang ada di zaman modern seperti masyarakat
kota.
Masyarakat kota
merupakan sekelompok penduduk yang mendiami seuatu wilayah didalam pusat
kegiatan ekonomi yang berbeda dengan masyarakat desa, masyarakat kota mencari
mata pencariian nya dengan meggunakan teknologi canggih seperti robot,computer,printer,dsb
untuk menyelesaikan suatu pekerjaan yang dibutuhkan di zaman modern seperti
sekarang.
6
Daftar Pustaka
Lauer,
Robert. H. 1977. Perspektif Tentang Perubahan Sosial ( Diterjemahkan oleh
Alimandan ). Jakarta: Bina Aksara.
Leibo,
Jefta.1995.Sosiologi Pedesaan.Yogyakarta: Andi Offset L
Dr.M.Munandar
Soelaeman,ILMU SOSIAL
DASAR
7

Komentar
Posting Komentar