Langsung ke konten utama

Masyarakat dan Agama



Masyarakat dan Agama

Disusun Oleh :

Hendy Kurnia Pamungkas

Kelas 1 IA 16


TEKNIK INFORMATIKA

         
          Alamat                 : Jl. Margonda Raya 100, Depok  Jawa
                                           Barat, Indonesia
          Kode Pos              : 16424
          E-mail                  : mediacenter [@] gunadarma.ac.id
          Web                     : http://www.gunadarma.ac.id




KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami ucapkan kehadirat Allah SWT yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Karena, atas rahmat dan karunia-Nya, kami dapat menyelesaikan tugas makalah “Agama Dan Msyarakat” mata kuliah Sosial Dasar, yang diberikan oleh dosen untuk dapat diselesaikan dengan sebaik mungkin. Shalawat serta salam semoga selalu tercurahkan pada Rasulullah Muhammad Shalaulahu’alaihi wasalam, keluarganya yang mulia, para sahabatnya yang agung sampai akhir zaman nanti.

Saya mengucapkan terimakasih kepada teman-teman serta dosen pembimbing yang setia mendampingi, memberi semangat dan juga arahan kepada saya untuk dapat menyusun makalah ini.

Dalam penyusunan makalah ini, saya menyadari masih banyak kekurangan yang ada dalam makalah ini. Oleh karena itu, kritik dan juga saran yang bersifat membangun dari para pembaca sangat diharapkan untuk penyusunan makalah selanjutnya agar lebih baik.
Semoga makalah ini bermanfaat bagi para pembacanya. Terima kasih.


Depok, 18 Desember 2017




Penyusun




                              i


DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR  ................................................................................... i
DAFTAR ISI  ................................................................................................ ii
BAB I PENDAHULUAN                                                                                                     
1.1  Latar Belakang  .............................................................................. 1
1.2  Rumusan Masalah  ......................................................................... 2
1.3  Tujuan Makalah ............................................................................. 2
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Agama…………………........... .....................................3
2.1 Pengertian Masyarakat…………….................................................3
         2.2 Ruang Lingkup Masyarakat terhadap Agama..................................4
         2.3 Fungsi Agama dalam masyarakat....................................................4
         2.4 Pelembagaan Agama .......................................................................5
             2.4.1Pengaruh Golongan Masyarakat terhadap agama......................5
             2.4.2Peranan Pemimpin Dalam Pembangunan..............................6
BAB III PENUTUP                                                                                          
3.1 Kesimpulan ...................................................................................... 7
DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................... 8













ii

BAB I
PENDAHULUAN

1.1.Latar Belakang


Kaitan agama dengan masyarakat banyak dibuktikan oleh pengetahuan agama yang meliputi penulisan sejarah dan figur nabi dalam mengubah kehidupan sosial, argumentasi rasional tentang arti dan hakikat kehidupan, tentang Tuhan dan kesadaran akan maut menimbulkan religi, dan sila Ketuhanan Yang Maha Esa sampai pada pengalaman agamanya para tasawuf. Bukti diatas sampai pada pendapat bahwa agama merupakan tempat mencari makna hidup yang final. Kemudian pada urutannya agama yang diyakininya merupakan sumber motivasi tindakan individu dalam hubungan sosial dan kembali kepada konsep hubungan agama dengan masyarakat, dimana pengalaman keagamaan akan terefleksikan pada tingkatan sosial, dan individu dengan masyarakat seharusnya tidak bersifat antagonis.
Membicarakan peranan agama dalam kehidupan sosial menyangkut dua hal yang sudah tentu hubungannya erat, memiliki aspek-aspek yang terpelihara. Yaitu pengaruh dari cita-cita agama dan etika agama dalam kehidupan individu dari kelas sosial dan grup sosial, perseorangan dan kolektivitas, dan mencakup kebiasaan dan cara semua unsur asing agama diwarnainya. Yang lainnya juga menyangkut organisasi dan fungsi lembaga agama sehingga agama dan masyarakat itu berwujud kolektivitas ekspresi nilai-nilai kemanusiaan, yang mempunyai seperangkat arti mencakup perilaku sebagai pegangan individu dengan kepercayaan dan taat kepada agamanya. Agama sebagai suatu sistem mencakup individu dan masyarakat, seperti adanya emosi keagamaan, keyakinan terhadap sifat faham, ritual, serta umat atau kesatuan sosial yang terkait agamanya. Agama dan masyarakat dapat pula diwujudkan dalam sistem simbol yang memantapkan peranan dan motivasi manusianya, kemudian terstrukturnya mengenai hukum dan ketentuan yang berlaku umum, seperti banyaknya pendapat agama tentang kehidupan dunia seperti masalah keluarga, bernegara, konsumsi, produksi, hari libur, prinsip waris, dan sebagainya.
Kebutuhan dan pandangan kelompok terhadap prinsip keagamaam berbeda-beda. Karena itu kebhinekaan kelompok dalam masyarakat akan mencerminkan perbedaan jenis kebutuhan keagamaan.






1
1.2. Rumusan Masalah

1.        Apa pengertian dari agama?
2.       Apa pengertian dari masyarakat ?
3.    Mengapa agama dan masyarakat di kaitkan?
4.    Hubungan nya agama dan masyarakat seperti apa?

1.3 TUJUAN MAKALAH
      Tujuan dari penuliasan makalah ini adalah untuk mengetahui apa yang di maksud Agama dan Masyarakat secara berkaitkan























2
BAB II
PEMBAHASAN

2.1Pengertian Agama

Pengertian agama menurut kamus besar Bahasa Indonesia adalah agama merupakan system yang mengatur semua tata kepercayaan dan juga kepribadian kepada Tuhan Yang Maha Kuasa beserta tata kaidah yang selalu berhubungan dengan pergaulan manusia serta lingkungannya. Kata agama berasal dari Bahasa sansekerta yang berarti tradisi, sedangkan kata lain untuk menyatakan konsep ini adalah religi yang berasal dari Bahasa latin yaitu religio dan berakar pada kata kerja re-ligare yang berarti mengikat kembali. Maksudnya adalah dengan religi maka seseorang dapat mengikat dirinya kepada tuhan.
Pengertian agama menurut M. Hasbi Alshiddiqy adalah tuntunan yang melengkapi segala segi dan suatu peruangan untuk memperoleh kekayaan dunia dan kesentosaan akhirat, pengertian agama menurut Emile Durkheim adalah suatu sisten yang terpadu yang terdiri atas kepercayaan dan praktik yang berhubungan dengan hal yang suci.
Dan pengertian agama menurut Syaikh Taqyuddin An-Nabhani, sekelompok manusia dapat dikatakan sebagai sebuah masyarakat apabila memiliki pemikiran, perasaan, serta sistem/aturan yang sama. Dengan kesamaan-kesamaan tersebut, manusia kemudian berinteraksi sesama mereka berdasarkan kemaslahatan.

2.2 Pengertian Masyarakat

         Pengertian masyarakat menurut para ahli yang mengetahui arti dan juga wawasan dari masyarakat seperti.
         Selo Soemardjan, definisi masyarakat adalah orang-orang yang hidup bersama dan menghasilkan kebudayaan.
         Karl Marx, definisi masyarakat ialah keseluruhan hubungan – hubungan ekonomis, baik produksi maupun konsumsi, yang berasal dari kekuatan-kekuatan produksi ekonomis, yakni teknik dan karya.
         Harold j. Laski, definisi masyarakat adalah suatu kelompok manusia yang hidup dan bekerjasama untuk mencapai terkabulnya keinginan-keinginan mereka bersama.
         Peter l. Berger, definisi masyarakat adalah suatu keseluruhan kompleks hubungan manusia yang luas sifatnya. Keseluruhan yang kompleks sendiri berarti bahwa keseluruhan itu terdiri atas bagian-bagian yang membentuk suatu kesatuan .
         Gillin & Gillin, definisi masyarakat adalah kelompok manusia yang mempunyai kebiasaan, tradisi, sikap, dan perasaan persatuan yang diikat oleh kesamaan.

2.2 Ruang Lingkup Masyarakat terhadap Agama


Secara garis besar ruang lingkup Masyarakat terhadap agama sudah mencangkup:

1.Hubungan manusia dengan tuhan
   Hubungan dengan tuhan itulah yang betujuan agar dapat mendekatkan
   diri dengan manusia kepada tuhan yang ia percaya untuk dapat
   beribadah.
2.Hubungan antar sesame manusia
   Agama memiliki tujuan yaitu keharmonisan dalam berinteraksi antar
   sesame manusia. Dan tujuan tersebut memberikan sebuah gambaran
   tentang ajaran yang di terapkan oleh agama mengenai hubungan
   manusia dengan manusia yang disebut sebagai ajaran bermasyarakat

3

2.3 Fungsi Agama Dalam Masyarakat

Fungsi agama dalam masyarakat ada tiga aspek penting yang selalu dipelajari, yaitu kebudayaan, system social, dan kepribadian. Ketiga aspek tersebut merupakan kompleks fenomena social terpadu yang pengaruhnya dapat diamati dalam perilaku manusia, sehingga timbul pertanyaan, sejauh mana fungsi lembaga agama dalam memelihara system, apakah lembaga agama terhadap kebudayaan sebagai suatu system, dan sejauh manakah agama dalam mempertahankan keseimbangan pribadi melakukan fungsinya. Agama merupakan salah satu prinsip yang (harus) dimiliki oleh setiap manusia untuk mempercayai Tuhan dalam kehidupan mereka. Tidak hanya itu, secara individu agama bisa digunakan untuk menuntun kehidupan manusia dalam mengarungi kehidupannya sehari-hari. Adapun fungsi agama adalah sebagai berikut :
1.    Fungsi agama dalam pengukuhan nilai-nilai, bersumber pada kerangkaacuan yang bersifat sakral, maka normanya pun dikukuhkan dengan sanksi-sanksi sakral. Dalam setiap masyarakat sanksi sakral mempunyai kekuatan memaksa istimewa, karena ganjaran dan hukumannya bersifat duniawi dan supramanusiawi dan ukhrowi.
  1. Fungsi agama di bidang sosial adalah fungsi penentu, di mana agama menciptakan suatu ikatan bersama, baik di antara anggota-anggota beberapa mayarakat maupun dalam kewajiban-kewajiban sosial yang membantu mempersatukan mereka.
  2. Fungsi Penyelamat. Dimanapun manusia berada, dia selalu menginginkan dirinya selamat. Keselamatan yang diberikan oleh agama meliputi kehidupan dunia dan akhirat. Charles Kimball dalam bukunya Kala Agama Menjadi Bencana melontarkan kritik tajam terhadap agama monoteisme (ajaran menganut Tuhan satu). Menurutnya, sekarang ini agama tidak lagi berhak bertanya: Apakah umat di luat agamaku diselamatkan atau tidak? Apalagi bertanya bagaimana mereka bisa diselamatkan? Teologi (agama) harus meninggalkan perspektif (pandangan) sempit tersebut. Teologi mesti terbuka bahwa Tuhan mempunyai rencana keselamatan umat manusia yang menyeluruh. Rencana itu tidak pernah terbuka dan mungkin agamaku tidak cukup menyelami secara sendirian. Bisa jadi agama-agama lain mempunyai pengertian dan sumbangan untuk menyelami rencana keselamatan Tuhan tersebut. Dari sinilah, dialog antar agama bisa dimulai dengan terbuka dan jujur serta setara.
  3. Fungsi Kontrol Sosial. Ajaran agama membentuk penganutnya makin peka terhadap masalah-masalah sosial seperti, kemaksiatan, kemiskinan, keadilan, kesejahteraan dan kemanusiaan. Kepekaan ini juga mendorong untuk tidak bisa berdiam diri menyaksikan kebatilan yang merasuki sistem kehidupan yang ada.
  4. Fungsi Perdamaian. Melalui tuntunan agama seorang/sekelompok orang yang bersalah atau berdosa mencapai kedamaian batin dan perdamaian dengan diri sendiri, sesama, semesta dan Alloh. Tentu dia/mereka harus bertaubat dan mengubah cara hidup.
  5. Fungsi Edukatif (Pendidikan). Ajaran agama secara yuridis (hukum) berfungsi menyuruh/mengajak dan melarang yang harus dipatuhi agar pribagi penganutnya menjadi baik dan benar, dan terbiasa dengan yang baik dan yang benar menurut ajaran agama masing-masing.

                                                                                                          4
Masalah fungsionalisme agama dapat dinalisis lebih mudah pada komitmen agama, menurut Roland Robertson (1984), diklasifikasikan berupa keyakinan, praktek, pengalaman, pengetahuan, dan konsekuensi.
  1. Dimensi keyakinan mengandung perkiraan atau harapan bahwa orang yang religius akan menganut pandangan teologis tertentu, bahwa ia akan mengikuti kebenaran ajaran-ajaran agama.
  2. Praktek agama mencakup perbuatan-perbuatan memuja dan berbakti, yaitu perbuatan untuk melaksanakan komitmen agama secara nyata. Ini menyangkut, pertama, ritual, yaitu berkaitan dengan seperangkat upacara keagamaan, perbuatan religius formal, dan perbuatan mulia. Kedua, berbakti tidak bersifat formal dan tidak bersifat publik serta relatif spontan.
  3. Dimensi pengalaman memperhitungkan fakta, bahwa semua agama mempunyai perkiraan tertentu, yaitu orang yang benar-benar religius pada suatu waktu akan mencapai pengetahuan yang langsung dan subjektif tentang realitas tertinggi, mampu berhubungan, meskipun singkat, dengan suatu perantara yang supernatural.
  4. Dimensi pengetahuan dikaitkan dengan perkiraan, bahwa orang-orang yang bersikap religius akan memiliki informasi tentang ajaran-ajaran pokok keyakinan dan upacara keagamaan, kitab suci, dan tradisi-tradisi keagamaan mereka.
  5. Dimensi konsekuensi dari komitmen religius berbeda dengan tingkah laku perseorangan dan pembentukan citra pribadinya.

5
2.4 Pelembagaan Agama

Agama begitu universal atau bahkan permanen(secara langsung saat melahirkan), dan mengatur dalam kehidupan. Sehingga bila tidak memehami agama, akan sukar memahami masyarakat. Hal yang perlu dijawab dalam memahami lembaga agama adalah
Dengan mengetahui struktur agama dan serta fungsi agama.Dimensi ini mengidentifikasi pengaruh-pengaruh kepercayaan, praktek, pengalaman, dan pengatahuan keagamaan didalam kehidupan sehari-hari. Terkandung makna ajaran “kerja” dalam pengertian teologis.
            Salah satu pelembagaan agama di Indonesia yang mengurusi agamanya hingga saat ini

  1. Islam : MUI atau Majelis Ulama Indonesia adalah Lembaga Swadaya Masyarakat yang mewadahi ulama, zu’ama, dan cendikiawan Islam di Indonesia untuk membimbing, membina dan mengayomi kaum muslimin di seluruh Indonesia.
  2. Kristen : Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI) (dulu disebut Dewan Gereja-gereja di Indonesia – DGI) didirikan pada 25 Mei 1950 di Jakarta sebagai perwujudan dari kerinduan umat Kristen di Indonesia untuk mempersatukan kembali Gereja sebagai Tubuh Kristus yang terpecah-pecah.
  3. Katolik : Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI atau Kawali) adalah organisasi Gereja Katolik yang beranggotakan para Uskup di Indonesia dan bertujuan menggalang persatuan dan kerja sama dalam tugas pastoral memimpin umat Katolik Indonesia.
  4. Hindu : Parisada Hindu Dharma Indonesia ( Parisada ) ialah: Majelis tertinggi umat Hindu Indonesia.
  5. Budha : MBI Majelis Buddhayana Indonesia adalah majelis umat Buddha di Indonesia. Mangunkawatja.
  6. Konghucu : MATAKIN Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia adalah sebuah organisasi yang mengatur perkembangan agama Khonghucu di Indonesia.


2.4.1 Pengaruh Golongan Masyarakat terhadap agama
           
Pengaruh Golongan Masyarakat terhadap agama, ada tiga aspek yang perlu dipelajari, yaitu kebudayaan, system social, dan kepribadian ketiga aspek itu merupakan fenomena social yang prilaku manusia. Maka timbul pertanyaan sejauh mana fungsi lembaga agama, apakah lembaga agama terhadap kebudayaan sebagai suatu system? Dan sejauh mana fungsi agama dalam mempertahankan keseimbangan pribadi.

Berkaitan dengan hal ini, Nottingham menjelaskan secara umum tentang hubungan agama dengan masyarakat yang menurutnya, terbagi tipe-tipe. Tampaknya pembagia ini mengikutui konsep August Comte tentang proses tahapan pwembentukan masyarakat. Adapun tipe-tipe yang di maksud Nottingham itu adalah sebagai berikut.

1.    Masyarakat yang terbelakang dan nilai-nilai sacral. Tipe masyarakat ini kecil, terisolasi dan terbelakang. Anggota masyarakatnya menganut agama yang sama. Tidak ada lembaga lain yang relative berkembang selain lembaga keluarga, agama menjadi focus utama bagi pengintegrasian dan persatuan masyarakat dari masyatakat secara keseluruhan. Oleh karena itu, kemungkinan agama memasukan pengaruh yang sacral ke dalam system nilai-nilai masyarakat sangat mutlak.
2.     Masyarakat praindustri yang sedang berkembang. Keadaan masyarakatnya tidak terisolasi, ada perkembangan teknologi yang lebih tinggi daripada tipe pertama. Agama memberikan arti dan ikatan kepada system nilai dalam tipe masyarakat ini. Tetapi, pada saat yang sama, lingkungan yang sacral dan yang sekuler sedikit-banyak masih dapat dibedakan. Misalnya, pada fase-fase kehidupan social masih diisi oleh upacara-upacara keagamaan, tetapi pada sisi kehidupan lain, pada aktivitas sehari-hari, agama kurang mendukung. Agama hanya mendukung masalah adat-istiadat saja.Nilai-nilai keagamaan dalam masyarakat menempatkan focus utamanya pada pengintegrasian tingkah laku perseorangan, dan pembentukan citra pribadi mempunyai konsekuensi penting bagi agama.Salah satu akibatnya,anggota masyarakat semakin terbiasa dengan penggunaan metode empiris yang berdasarkan penalaran dan efesiensi dalam menanggapi masalah- masalah kemanusiaan sehingga lingkungan yang bersifat sekuler semakin meluas.

2.4.2 Peranan Pemimpin Dalam Pembangunan

            Tujuan pembangunan pada mulanya sederhana saja, yakni memberantas kemiskinan dan menjembatani kesenjangan. Ketika decade pembangunan dicanangkan oleh perserikatan bangsa-bangsa (PBB), segera setelah perang dunia kedua, masalah yang dihadapi saat itu adalah kehancuran ekonomi dan prasarana dari Negara-negara yang kalah atau menjadi korban peperangan. Oleh karena itu,perhatian ulama pembangunan ditekankan pada rehabilitasi dan rekonstruksi sarana-sarana ekonomi.






5

Membahas peranan para pemimpin agama dalam kegiatan pembangunan memang sangat menarik, bukan saja lantaran para pemimpin agama merupakan salah satu komponen itu sendiri, melainkan juga pada umumnya pembangunan diorientasikan pada upaya-upaya manusia yang bersifat utuh dan serasi antara kemajuaan aspek lahiriah dan kepuasan aspek bathiniah. Corak pembangunan seperti ini didasarkan pemikiran bahwa keberadaan manusia yang akan dibangun, pada dasarnya, terdiri atas unsure jasmaniah dan unsure ruhaniah. Kedua unsure ini tentu harus terisi dalam proses pembangunan.
1.    Pemimpin Agama Sebagai Motivator
Tidak dapat di sangkal bahwa peran para pemimpin agama sebagai motivator pembangunan sudah banyak di akui dan terbukti di masyarakat.
2.    Pemimpin Agama Sebagai Pembimbing Moral
Peran kedua yang dimainkan para pemimpin agama di masyarakat dalam kaitannya dengan kegiatan pembangunan adalah peran yang berkaitan dengan upaya-upaya menanamkan prinsip-prinsip etik dan moral masyarakat. Dalam kaitannya, kegiatan pembangunan umumnya selalu menuntut peran aktif para pemimpin agama dalam meletakkan landasan moral, etis, dan spiritual serta peningkatan pengalaman agama, baikdalam kehiduan pribadi maupun social.




6
BAB III
PENUTUP

3.1        KESIMPULAN

Berdasarkan pembahasan yang telah dilakukan dapat diambil kesimpulan bahwa :
1.      Agama menurut kamus besar Bahasa Indonesia adalah agama merupakan system yang mengatur semua tata cara kepercayaan dan juga kepribadian manusia kepada Tuhan Yang Maha Kuasa
2.      Secara garis besar ruang lingkup Masyarakat terhadap agama sudah mencangkup hubungan manusia dengan tuhan dan juga hubungan antar sesame manusia
3.      Hal yang perlu dijawab dalam memahami lembaga agama adalah dengan mengetahui struktur agama dan serta fungsi agama
4.      Agama merupakan salah satu prinsip yang (harus) dimiliki oleh setiap manusia untuk mempercayai Tuhan dalam kehidupan mereka
5.      Golongan Masyarakat terhadap agama, ada tiga aspek yang perlu dipelajari, yaitu kebudayaan, system social, dan kepribadian
6.      Tujuan pemimpin dalam pembangunan pada mulanya sederhana saja, yakni memberantas kemiskinan dan menjembatani kesenjangan
















7

Daftar Pustaka

   Dr.M.Munandar Soelaeman,ILMU SOSIAL DASAR.
   Agus, Bustanuddin, Agama dalam Kehidupan Masyarakat, PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta, 2006.
   Afrianto, Anton. Makalah Agama dan Masyarakat, Jakarta 2013.



































8

Komentar

Postingan populer dari blog ini

6.1 Kesimpulan perbandingan Python, Lua, Dan Ruby

Kesimpulan perbandingan antara penggunaan Python, Lua dan Ruby Perbedaan Antara Ruby, Python & LUA ⦁ Ruby dengan Ruby On Rails Dibuat pada tahun 1995, Ruby berorientasi pada objek dan dipengaruhi oleh bahasa seperti C ++, Perl, dan Java. Inilah tampilan Ruby, sebuah bahasa yang ideal untuk kolaborasi, kecepatan, dan bisnis yang menginginkan bahasa pemrograman yang berpikir secepat mereka berpikir. Lebih disukai untuk: Pengembangan web, pemrograman fungsional Paling pas digunakan untuk: Mendapatkan situs dan aplikasi yang padat traffic dan berjalan dengan cepat Filsafat: “Lakukan lebih banyak dengan lebih sedikit.” Kebebasan dan fleksibilitas pengembang, dan lebih dari satu cara untuk melakukan sesuatu yang diturunkan dari Perl. Karakteristik: Ekspresif, efisien, elegan, dan bertenaga. Rails memiliki “gems” – daftar kode terdedikasi yang memperlancar proses pengembangan. Aplikasi yang dibuat di Ruby: Basecamp, Hulu, Twitter (awalnya), GitHub, dan Airbnb Mengapa banyak dev...

Tentang Sebuah Aplikasi Shazam

Shazam Shazam merupakan salah satu aplikasi terpopuler di dunia, digunakan oleh lebih dari juta orang setiap bulan untuk mengidentifikasi sebuah musik yang sedang bermain. Shazam adalah sebuah aplikasi yang dapat mengenali atau menebak judul lagu dari lagu yang sedang diputar. misalnya, anda sedang mendengarkan sebuah lagu tetapi anda sendiri tidak tau judul lagu tersebut maka shazam bisa membantu anda untuk mencarikan judu dari suara lagu tersebut hanya dengan mengaktifkan apps shazam di ponsel kalian dan mendekatkan ke sumber suara dari lagu tersebut. Kelebihan Aplikasi Shazam : Mudah di gunakan mulai dari smartphone genggaman anda dapat menggunakan Shazam dengan mudah Mengenali lebih dari jutaan judul lagu yang siap untuk di identifikasi Teknologi yang selalu di tingkatkan yang memungkinkan pengguna dapat mengidentifikasikan sebuah judul lagu kurang dari 2 detik Tersedia untuk 2 platform OS Android dan iOS Sinkronisasi backup via Email yang memungkinkan pengguna dapat me...

2.1 Game yang paling populer pada setiap jenis game play

1. Game FPS yang paling populer saat ini yaitu CSGO Game yang populer semenjak kehadiran nya di CS 1,6 ini tetap membawa antusias setiap para gamer, bagaimana tidak game ini membawa kesan perang kompetitif yang membuat nya di minati oleh kalangan. 2. Game RPG yang paling populer saat ini yaitu  Assassin's Creed series Game yang selalu di tunggu oleh penggemarnya untuk menantikan seri selanjutnya, ya, yaitu AC Series dengan membawa konsep yang cukup berbeda game ini banyak di minati untuk di mainkan para penggemarnya. 3. Game TPS yang paling populer saat ini yaitu Resident Evil 3 remake Game yang membuat para penggemarnya akan bernostalgia, yaitu, RE3 Remake game jaman dulu yang kini di rombak dengan engine terbaru membuat para penggemarnya menikmati game ini yang membuat game ini populer~. 4. Game RTS yang paling populer saat ini yaitu Arknights Game stategi yang banyak di gandrungi para remaja di saat ini. ya, yaitu game arknights game ini membawa konsep tower defens...